6 Rekomendasi Wisata di Pasar Baru Jakarta, Dekat Stasiun Juanda

 Tempatwisatadiseluruhdunia _Kalau kamu suka wisata urban atau penasaran dengan wisata bersejarah, kawasan Pasar Baru di Jakarta Pusat bisa jadi pilihan menarik. JaguarQ

                    JaguarQQ | Situs Domino99, Slot, Poker & BandarQ Online

Pasar Baru sudah ada sejak 1820. Lokasinya strategis, dekat kawasan elit, pusat pemerintahan, dan area perdagangan.BandarQ Online

Komunitas ini menyediakan tur jalan kaki dengan fokus sejarah, budaya, dan kehidupan lokal. Mereka merekomendasikan beberapa tempat wisata menarik yang bisa kamu eksplorasi.

1. Pertokoan di Pasar Baru

Berkunjung ke Pasar Baru belum lengkap kalau gak ke area pertokoan di sana. Saat datang ke area ini, kamu akan disambut dengan gapura Passer Baroe yang ikonik. Gapura ini didirikan pemerintah kolonial Hindia Belanda pada 1820.Setelah melewati gapura, kamu bisa melihat deretan toko-toko di dalam bangunan tua. Terdapat bangunan cagar budaya, toko alat musik, pakaian, sepatu, minimarket, hingga tempat makan hidden gem yang belum banyak orang tahu.Di antara deretan toko-toko tersebut, yang paling menarik perhatian adalah toko es krim Tropic. Ini merupakan salah satu toko es krim legendaris di jakarta yang sudah ada sejak 1951. Mereka membuat es krimnya sendiri yang terbuat dari bahan dasar susu.

Menu best seller yang wajib dicoba, antara lain Tutty, Tiramisu, Snow White, Crambosan, Cokelat, Mocca, dan Vanila. Kisaran harganya sekitar Rp20 ribu-Rp40 ribuan.

Selain itu, ada Toko Kompak yang sudah terbengkalai dan menjadi bangunan cagar budaya sejak 2022. Dahulu merupakan tempat tinggal seorang Kapitan. Ini merupakan sebutan untuk pemimpin komunitas etnis Tionghoa.

2. Gang Kelinci

Masuk ke area pertokoan lebih dalam, kamu bisa menemukan Gang Kelinci. Ternyata, ada kisah menarik di balik pemberian nama Gang Kelinci. Darma Pratama, seorang guide Jakarta Good Guide menjelaskan kalau dulu diambil dari judul lagu Titiek Puspa, seorang penyanyi legendaris Indonesia.Kalau ke pasar ini, jangan lupa mengunjungi toko roti Bistro yang sudah ada sejak 1980-an. Meski tempatnya kecil, tetapi selalu ramai pengunjung, lho! Menu best seller-nya adalah Roti Sobek Lima Rasa, Keju, dan Cokelatnya. Harganya berkisar Rp6.000-Rp18.000. Menariknya, roti mereka disajikan fresh dan dalam kondisi hangat. 

2. Gang KelinciMasuk ke area pertokoan lebih dalam, kamu bisa menemukan Gang Kelinci. Ternyata, ada kisah menarik di balik pemberian nama Gang Kelinci. Darma Pratama, seorang guide Jakarta Good Guide menjelaskan kalau dulu diambil dari judul lagu Titiek Puspa, seorang penyanyi legendaris Indonesia.JaguarQ

“Jadi, menggambarkan tempat yang sempit, tapi pertumbuhannya cepat, lalu diadopsi sebagai nama gang ini,” kata Darma kepada IDN Times saat walking tour di Pasar Baru, Jakarta Pusat, pada 9 Desember 2025.

sejak 1971. Mereka menjual cakwe dan kue bantal yang digoreng dadakan. Gorengnya menggunakan minyak kelapa untuk mempertahankan kualitas rasanya.

Menariknya lagi, mereka menjual saus khas cakwe versi botolan yang rasanya nikmat. Harga satunya hanya Rp7.000 dengan minimal pembelian lima buah.

3. Pasar Baru Metro Atom

Kalau mau belanja, hunting barang bekas, atau kulineran, kamu bisa juga ke Pasar Baru Metro Atom. Pasarnya bersih, serta ada akses lift, serta area parkir yang proper di dalamnya.Terdiri dari delapan lantai, di dalamnya ada berbagai toko yang aktif dan masih cukup ramai. Ada toko emas, kamera bekas, baju thrifting, aksesoris, skincare, bahkan ada food court yang cukup luas. Jika mau istriahat di sela-sela berbelanja, kamu bisa ke food court di lantai empat. Ada makanan warteg, gorengan, seafood, es campur, mi ayam, dan lain-lain.

Kalau ke pasar ini, jangan lupa mengunjungi toko roti Bistro yang sudah ada sejak 1980-an. Meski tempatnya kecil, tetapi selalu ramai pengunjung, lho! Menu best seller-nya adalah Roti Sobek Lima Rasa, Keju, dan Cokelatnya. Harganya berkisar Rp6.000-Rp18.000. Menariknya, roti mereka disajikan fresh dan dalam kondisi hangat. 

4. Klenteng Sin Tek Bio

Kelenteng ini sudah berdiri sejak 1698. Meski terhimpit gedung-gedung, Kelenteng Sin Tek Bio gak kehilangan pengunjung yang bersembahyang. Menurut Darma, kelenteng dalam gang ini juga didukung donasi orang-orang. “Satu gang kelenteng, lampion-lampionnya dari donasi. Di atasnya ada nama orang-orang yang berdonasi,” tuturnya. 

Seperti kelenteng pada umumnya, di dalam ada tempat pembakaran yang berfungsi memberi makanan persembahan. Misalnya rokok, kopi, dan membakar uang kuning.

Selain itu, ia juga menjelaskan ada persembahan lain untuk ibadah. “Buah-buahannya pun beragam, tetapi nanti dibuang setelah sembahyang, karena sudah hambar, inti sari dari buahnya sudah hilang.” kata DarmJaguarQ

4. Klenteng Sin Tek Bio

Jika matamu kurang jeli, apalagi kalau terburu-buru saat menelusuri Pasar Baru untuk kali pertama, kamu mungkin gak sadar kalau ada Kelenteng Sin Tek Bio di dalam gang sempit.

Kelenteng ini sudah berdiri sejak 1698. Meski terhimpit gedung-gedung, Kelenteng Sin Tek Bio gak kehilangan pengunjung yang bersembahyang. Menurut Darma, kelenteng dalam gang ini juga didukung donasi orang-orang. “Satu gang kelenteng, lampion-lampionnya dari donasi. Di atasnya ada nama orang-orang yang berdonasi,” tuturnya. 












Posting Komentar

0 Komentar